Kamis, 06 Januari 2011

PEMELIHARAAN JARINGAN DISTRIBUSI


Kumpulan Artikel Bugis




ABSTRAK

WAHYULLAH, 2011. Pemeliharaan Jaringan Distribusi. Paper. Fakultas Teknik Universitas Negeri Makassar.

            Paper ini bertujuan untuk bagaimana nantinya kita mengetahui tentang pembumian jaringan distribusi yang meliputi macam pembumian, peralatan, sebab akibat dari pembumian jaringan distribusi dan sebagaianya.          
            Seiring dengan semakin berkembangnya sektor perindustrian serta meningkatnya kehidupan rumah tangga dengan peralatan serba listrik dewasa ini maka kebutuhan akan energi listrik semakin meningkat. Hal ini mengakibatkan ketergantungan masyarakat terhadap energi listrik semakin besar sehingga keinginan masyarakat terhadap semakin baiknya pelayanan dan kontinyuitas penyaluran listrik bertambah besar pula.

 
Oleh karena itu, dengan setiap terhentinnya aliran listrik baik yang disengaja maupun tidak sengaja akan menimbulkan keluhan bagi masyarakat konsumen listrik dan ini jelas merugikan pihak perusahan listrik sendiri. Dilain pihak, semua jaringan distribusi memerlukan pemeliharaan dan perbaikan baik secara berkala maupun tiba-tiba mendadak akibat berbagai gangguan dan kerusakan, hal ini juga menyyebabkan terhentinya penyaluran aliran listrik kepada konsumen.

KATA PENGANTAR
 

            Alhamdulillahirabbil Alamin. Puji dan Syukur senantiasa saya panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan berkah, rahmat dan Hidayah-Nya, tak lupa Salam dan Shalawat atas junjungan Nabi Muhammad SAW sehingga saya dapat menyelesaikan  penyusunan paper dengan pembahasan “Pemeliharaan Jaringan Distribusi”.
            Paper ini disusun sebagai salah satu syarat kelulusan pada mata kuliah Distribusi Tenaga Listrik Jurusan Pendidikan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Negeri Makassar.
            Saya mengucapkan rasa terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak yang telah memberikan bantuan sehingga paper ini dapat saya selesaikan, karena disadari tanpa bantuan berbagai pihak, maka sulit bagi saya untuk menyelesaikan paper ini.
            Saya menyadari sepenuhnya terdapat banyak kekurangan dalam penulisan paper ini, oleh karenanya berbagai saran dan kritik yang sifatnya membangun senantiasa diharapkan demi kesempurnaannya. Akhir kata, semoga paper ini memberikan mamfaat bagi kita semua Amin.

Makassar, Januari 2011
ii
 
         Penulis
DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL
ABSTRAK…………………………………………………………….        i
KATA PENGANTAR………………………………………………..        ii
DAFTAR ISI…………………………………………………………..        iii
BAB I PENDAHULUAN
1.      Latar Belakang…………………………………………………       1
2.      Rumusan Masalah…………………………………………….       4
3.      Tujuan Penulisan………………………………………………      5
4.      Mamfaat Penulisan……………………………………………       5
BAB II PEMBAHASAN………………………………………………       6
BAB III PENUTUP
1.      Kesimpulan……………………………………………………      12
2.      Saran……………………………………………………………      13
DAFTAR PUSTAKA………………………………………………….       14

BAB 1
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang
Dalam beberapa tahun terakhir ini, masalah listrik menjadi polemic yang berkepanjangan dan telah memunculkan multi implikasi yang sangat kompleks di berbagai aspek kehidupan, antara lain : keuangan, ekonomi, sosial, budaya, politik, dan lain-lain. Kondisi tersebut mengindikasikan bahwa listrik telah menjadi bagian yang sangat penting bagi umat manusia.
Oleh karenanya tak berlebihan bahwa listrik bisa dikatakan sebagai salah  satu kebutuhan utama bagi penunjang dan pemenuhan kebutuhan hidup umat manusia. Beberapa tantangan besar yang dihadapi dunia pada masa kini, antara lain, bagaimana menemukan sumber energi baru, mendapatkan sumber energi yang pada dasarnya tidak akan pernah habis untuk masa mendatang, menyediakan energi di mana saja diperlukan, dan mengubah energi dari satu ke lain bentuk, serta memanfaatkannya tanpa menimbulkan pencemaran yang dapat merusak lingkungan hidup kita. Dibanding dengan bentuk energi yang lain, listrik merupakan salah satu bentuk energi yang praktis dan sederhana. Di samping itu listrik juga mudah disalurkan dari dan pada jarak yang berjauhan, mudah didistribusikan untuk area yang luas, mudah diubah ke dalam bentuk energi lain, dan bersih (ramah lingkungan). Oleh karena itu, manfaat listrik telah dirasakan oleh masyarakat, baik pada kelompok perumahan, sosial, bisnis atau perdagangan, industri dan publik.
Tenaga listrik sebagai bagian dari bentuk energi dan cabang produksi yang penting bagi negara sangat menunjang upaya dalam memajukan dan mencerdaskan bangsa. Sebagai salah satu hasil pemanfaatan kekayaan alam yang menguasai hajat hidup orang banyak, tenaga listrik perlu dipergunakan untuk kesejahteraan dan kemakmuran rakyat.
Perkembangan teknologi yang semakin maju pada saat ini mengakibatkan banyaknya pemakaian sumber daya listrik sebagai penunjang kehidupan yang lebih baik. Dengan peningkatan pemakaian
energi listrik ini menunjukkan standar kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) yang lebih baik. Oleh sebab itu dibutuhkan kualitas sistem jaringan distribusi yang handal. 
Sistem distribusi tenaga listrik ditunjang oleh perlengkapan-perlengkapan distribusi yang memadai. Pada kondisi normal sistem distribusi teraliri oleh arus maupun tegangan kerja sehingga mempengaruhi kinerja perlengkapan yang ada. Peralatan distribusi tersebut merupakan peralatan yang sensitif terhadap gangguan gangguan baik yang berasal dari faktor dalam (internal) alat tersebut maupun dari luar (external) alat tersebut. 
Kondisi kerja perlengkapan distribusi seperti isolator, konduktor, trafo maupun sambungan pada saluran udara sangatlah rawan mengalami gangguan dan kerusakan yang  ditimbulkan oleh arus beban. Arus beban dapat menimbulkan rugi-rugi dan meningkatkan suhu pada peralatan sistem distribusi sehingga menurunkan tingkat effisiensi dan umur dari peralatan yang ada. Selain adanya arus beban yang mengganggu, kerusakan peralatan distribusi dapat juga ditimbulkan oleh percikan bunga api (flashover) yang muncul karena adanya gap antar fasa yang mempengaruhi perlengkapan-perlengkapan  pada jaringan distribusi Saluran Udara Tegangan Menengah 20 KV (SUTM) menjadi panas. 
Perawatan dan pemeliharaan perlengkapan jaringan distribusi yang rutin bertujuan untuk mengatasi penurunan effisiensi dan kerusakan agar perlengkapan tersebut dapat bekerja dengan baik sesuai fungsinya. Dalam hal ini perawatan dan pemeliharaan jaringan yang dilakukan oleh Perusahaan Listrik Negara (PLN) dengan sistem tanpa tegangan (pemadaman) menjadi masalah vital yang dialami oleh konsumen maupun perusahaan listrik karena dapat menurunkan kontinuitas pelayanan. Suplai tenaga listrik untuk pelanggan menjadi terhambat dan tidak dapat melakukan proses produksi dengan optimal karena tenaga listrik tidak tersalurkan. Kerugian yang dialami oleh perusahaan listrik sangatlah besar karena adanya pemadaman listrik mengakibatkan banyaknya energi listrik yang hilang dan tidak dapat terjualkan kepada konsumen. 
Solusi untuk menekan adanya pemadaman, maka perusahaan listrik melakukan pemeliharaan jaringan distribusi Tegangan Menengah 20 KV dengan sistem  hot line maintenance (Pekerjaan Dalam Keadaan Bertegangan/ PDKB). Tanpa adanya pemadaman listrik yang dilakukan oleh PDKB-TM maka suplai tenaga listrik tetap dapat disalurkan. Dengan adanya pemeliharaan dalam keadaan bertegangan ini, konsumen tidak lagi mengalami kerugian, produksi tetap  berjalan, produktivitas meningkat, quota terpenuhi dan kontinuitas pelayanan energi listrik menjadi lebih baik. Dari segi ekonomi energi listrik yang hilang akibat pemadaman dapat terselamatkan dan perusahaan  listrik tidak mengalami kerugian. Perekonomian negara dapat ditingkatkan dan kualitas SDM akan menjadi lebih baik dan optimal.
B.     Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang yang telah dikemukakan diatas maka rumusan masalah yang akan diangkat untuk paper ini ialah:
1.      Faktor apakah yang menyebabkan diharuskannya dilakukan pemeliharaan jaringan distribusi
2.      Bagaimanakah bentuk pemeliharaan-pemeliharaan yang dilakukan  terhadap jaringan distribusi
3.      Apa saja dan bagaimana model-model pemeliharaan pada jaringan distribusi
C.    Tujuan Penulisan
Tujuan penulisan ini ialah:
1.      Untuk mengetahui faktor apakah yang menyebabkan diharuskannya dilakukan pemeliharaan jaringan distribusi
2.      Untuk mengetahui bagaimana bentuk pemeliharaan-pemeliharaan yang dilakukan  terhadap jaringan distribusi
3.      Untuk mengetahui apa saja dan bagaimana model-model pemeliharaan pada jaringan distribusi
4.      Mamfaat Penulisan
1.      Sebagai syarat kelulusan pada mata kuliah Distribusi Tenaga Listrik
2.      Sebagai bahan bacaan bagi yang berminat mengembangkan dan mengkaji pengetahuan khususya pada pemeliharaan jaringan distribusi
3.      Untuk melatih kemampuan dalam penulisan karya ilmiah
4.      Guna menambah wawasan dalam bidang kelistrikan, terkhusus pada pemeliharaan jaringan distribusi


BAB II
PEMBAHASAN

Pada jaringan distribusi terbagi dari jaringan tegangan menengah dan jaringan tegangan rendah dan berikut adalah pembahasan dari pemeliharaan jaringan distribusi tersebut:
Pada Jaringan Tegangan Menengah, dikarenakan jaringan saluran udara digelar di alam bebas cenderung gangguan dari lingkungan karena sebab alam cukup tinggi, diantaranya adalah:
·         Petir
Karena ujung tiang biasanya lebih tinggi maka diharapkan sambaran langsung jarang terjadi, kalau pun terjadi dan tahanan tanah tiang cukup tinggi, bisa flash over ke konduktor fasa menyebabkan gangguan tanah
·         Binatang
Burung, kalong, kodok besar, ular bisa menjadi penyebab gangguan hubung singkat 1 fasa ketanah, 2 fasa bahkan 3 fasa
·         Manusia 
Permainan layang-layang dapat menyebabkan kabel jaringan putus.


·         Tumbuhan
Tumbuhan yang merambat dan dahan / ranting pohon besar dapat pula menjadi penyebab gangguan
·         Jumper putus
Karena korosi, terjadi pemburukan tahanan kontak jumper konduktor putus jatuh ketanah
·         Isolator retak atau pecah
Apabila terjadi isolator pecah mudah ditemukan namun apabila isolator retak sulit ditemukan, keduanya dapat menjadi penyebab gangguan.
Dari beberapa penyebab diatas, berikut ini adalah kemungkinan dapat tidaknya gangguan tersebut ditanggulangi:
·         gangguan no 1  masih mungkin untuk dibuat perlindungannya
·         gangguan dari sebab no 2 agak sulit ditanggulangi.
·         gangguan dari sebab no 3 dan no 4 ditanggulangi dengan membuat aturan dan pemeliharaan jaringan.
·         gangguan dari sebab no 5 hindari proses korosi dengan sealer.
·         gangguan dari sebab no 6 (bila retak atau tembus) dicari dengan mengisolir seksi demi seksi jaringan bila sudah bisa dipersempit, seksi yang isolatornya retak / tembus diperiksa dengan tegangan impuls.
Dalam pemeliharaannya, pemeriksaan tahanan kontak yang buruk dilakukan dengan cara pengamatan sambungan dengan gunakan thermovision. Bila ditemukan temperatur tinggi pada sambungan, maka hal-hal yang harus dilakukan adalah sebagai berikut:
1.      memadamkan jaringan,
2.      mengukur tahanan  kontak,
3.      membersihkan permukaan kontak,
4.      apabila klem penjepit sambungan rusak maka harus diganti,
5.      jaringan kembali disambungkan dan  tahanan kontaknya kembali diukur,
6.      apabila hasil ukur baik maka jaringan kembali dienergize.
Sama halnya dengan Jaringan Tegangan Menengah, Jaringan Tegangan Rendah pun sering mengalami kerusakan akibat gangguan-gangguan dari lingkungan, baik itu yang disebabkan oleh gangguan dari luar jaringan, seperti gangguan yang diakibatkan oleh binatang maupun gangguan dari jaringan itu sendiri seperti terjadinya korosi.
Pemeliharaan-pemeliharaan yang dilakukan  terhadap JTR di antaranya :
1.      Membersihkan jaringan dari sentuhan dahan (untuk jaringan dengan konduktor telanjang)
2.      Untuk jaringan dengan twisted cable, pemeliharaan agak jarang kecuali untuk kabel yang tertekan dahan pohon
3.      Memonitor keseimbangan beban masing-masing fasa, agar konduktor netral tidak dialiri arus besar, yang bisa membuat masalah
4.      Memonitor hot spot konduktor fasa / netral terutama konduktor netral (bila sampai putus)
5.      Menaikkan tegangan konsumen di fasa yang berbeban rendah
6.      Hot spot sambungan diperiksa dengan thermovision bila temperatur tinggi dan jaringan belum putus, maka lakukan langkah-langkah sebagai berikut:
a.      memadamkan jaringan,
b.      mengukur tahanan  kontak,
c.       membersihkan permukaan kontak,
d.     apabila klem penjepit sambungan rusak maka harus diganti,
e.      jaringan kembali disambungkan dan  tahanan kontaknya kembali diukur,
f.        apabila hasil ukur baik maka jaringan kembali dienergize.
Kegagalan suatu komponen merupakan akibat dari suatu proses penuaan material yang berjalan dengan waktu. Proses degradasi ini tidak dapat dihindari, namun dapat dikendalikan melalui kegiatan pemeliharaan yang tepat. Dewasa ini dikenal empat model pemeliharaan:  breakdown maintenance, pemeliharaan preventif, pemeliharaan prediktif dan pemeliharaan proaktif.
Dalam filosofi  breakdown maintenance, perbaikan dilakukan setelah mengalami kerusakan. Dalam hal ini kegagalan atau kecelakaan sudah telanjur terjadi. Korban bukan hanya sekedar materi namun juga nyawa manusia. Biaya yang diakibatkan cenderung mahal dan bisa berdampak domino pada sektor lain seperti hilangnya kepercayaan masyarakat. Sedangkan, pemeliharaan secara preventif  mengacu pada penggantian komponen sesuai perkiraan waktu umur. Strategi seperti ini diperkirakan dapat menghemat biaya sekitar 75% dibanding  breakdown maintenance Namun, model pemeliharaan preventif memiliki kelemahan karena tidak melihat apakah komponen tersebut masih berkondisi bagus atau tidak. Atau mungkin saja, kesalahan desain maupun kesalahan pengoperasian mengakibatkan sebuah komponen mempunyai umur di bawah perkiraan. Hal ini dapat mengarah pada kecelakaan dini. Oleh karena itulah dikembangkan pemeliharaan secara prediktif yang didasarkan pada pantauan suatu kondisi atau kinerja suatu peralatan. Kondisi yang dimonitor bisa saja vibrasi, temperatur, unjuk kerja, unsur kimia dan lain-lain. Dengan pantauan secara rutin, kejanggalan suatu kondisi dapat terdeteksi secara dini. Pemeliharaan secara prediktif dapat menghemat biaya sekitar 60% dibanding pemeliharaan secara preventif. Sedangkan pemeliharaan proaktif mengacu pada suatu kegiatan pemeliharaan yang bertujuan mengantisipasi terjadinya kegagalan. Revisi desain ataupun penambahan komponen dalam rangka memperpanjang umur suatu peralatan merupakan salah satu  contoh dalam kategori pemeliharaan secara proaktif. Hal ini dapat dilakukan karena fenomena yang dapat merusak peralatan diketahui secara pasti. 


BAB III
PENUTUP

A.    Kesimpulan
1.      Faktor yang menyebabkan diharuskannya dilakukan pemeliharaan jaringan distribusi yakni karena pada umumnya jaringan distribusi berada pada saluran bebas, jadi tentunya tidak akan terlepas dari faktor-faktor alam yang bisa menyebabkan gangguan bahkan kerusakan pada jaringan distribusi. Contohnya adanya petir yang mengenai saluran, binatang seperti ular dan tumbuhan yang daunnya merambat masing-masing dapat menimbulkan hubungan antar fasa pada jaringan, dll
2.      Bentuk pemeliharaan-pemeliharaan yang dilakukan  terhadap jaringan distribusi yakni:
a.      Membersihkan jaringan dari sentuhan dahan (untuk jaringan dengan konduktor telanjang)
b.      Untuk jaringan dengan twisted cable, pemeliharaan agak jarang kecuali untuk kabel yang tertekan dahan pohon
c.       Memonitor keseimbangan beban masing-masing fasa, agar konduktor netral tidak dialiri arus besar, yang bisa membuat masalah
d.     Memonitor hot spot konduktor fasa / netral terutama konduktor netral (bila sampai putus)
e.      Menaikkan tegangan konsumen di fasa yang berbeban rendah
3.      Model-model pemeliharaan pada jaringan distribusi
a.      Breakdown maintenance, yakni perbaikan dilakukan setelah mengalami kerusakan. Dalam hal ini kegagalan atau kecelakaan sudah telanjur terjadi.
b.      Preventif, yakni  mengacu pada penggantian komponen sesuai perkiraan waktu umur.
c.       Prediktif, yakni didasarkan pada pantauan suatu kondisi atau kinerja suatu peralatan.
d.     Proaktif, yakni mengacu pada suatu kegiatan pemeliharaan yang bertujuan mengantisipasi terjadinya kegagalan.
B.     Saran
Pemeliharaan pada jaringan distribusi hendaknya dilakukan dengan cara peninjauan/pemeriksaan secara berkala dan menyeluruh untuk menghindari bahaya yang mungkin terjadi.


DAFTAR PUSTAKA

Fajarwati, Nurul.2009. Analisis penyelamatan energi dan keandalan sistem jaringan distribusi 20 kv dengan adanya  PDKB-TM  di PT. PLN (Persero) APJ Surakarta.Jurusan Teknik Elektro Universitas Surakarta:Surakarta

Firdian,F.2010. Pemeliharaan serta Konstruksi Gardu Distribusi, JTM Dan JTR Di PT. PLN (Persero) APJ Bandung.Universitas Komputer Indonesia:Bandung

Satmoko, Ari; Hafid, Abdul.2007.Pemeliharaan Prediktif pada jaringan distribusi dengan thermografhy infra merah.Sekolah Tinggi Teknologi Nuklir:Yogyakarta

Suswanto, Daman.Sistem Distribusi Tenaga Listrik.



Rappang.Com


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar